(CREEFIC) TOMMY THE BEAST 5X

Beberapa hari ini terdengar mitos baru yang sedang ramai dibicarakan mengenai Tommy The Beast. Menurut kabar, siapapun yang pada jam 11 sampai 12 malam dimalam selasa berada depan cermin hanya diterangi cahaya lilin sambil mengucapkan “Tommy The Beast” lima kali maka Tommy akan keluar dan menarik orang tersebut kedalam cermin.

Aku tidak terlalu percaya pada mitos konyol itu. Mana mungkin ada makhluk semacam itu di dunia ini.

Hari ini aku dan dua orang temanku Alex dan James membicarakan hal ini.

“Apa kalian percaya mitos itu?” kataku.

“Sedikit tidak percaya sih, tapi cukup mengerikan juga.” Jawab Alex.

“Kalaupun ada yang menawariku 10 Milyar, aku tidak akan mau melakukannya!” balas James.

“Hanya mitos yang dibuat oleh orang iseng saja kalian takut?”

“Ayolah Christ, kaupun pasti takut kan?” tanya James padaku.

“Takut? Akan aku buktikan besok malam. Akan aku rekam dengan kameraku dan jika tidak terbukti apa-apa, kalian harus mentraktirku selama tiga hari. Bagaimana?”

“Hmmm… Oke, sepakat. Tapi jika kau tidak jadi melakukannya, kau yang harus mentraktir kami berdua.” Tantang Alex.

“Oke, Sepakat!”.

—–

Malam ini malam selasa dan sekarang sudah jam 11 malam. Sebenarnya aku agak takut. Tapi kupikir ini pasti hanya cerita yang disebarkan oleh orang iseng untuk meresahkan orang-orang.

Aku mulai menyalakan lilin dan mematikan lampu. Tangan kananku memegang lilin dan tangan kiriku memegang ponsel untuk merekam. Aku beranikan diri berdiri depan cermin. Aku diam sejenak kemudian menarik napas panjang.

“TOMMY THE BEAST…! TOMMY THE BEAST…! TOMMY THE BEAST…! TOMMY THE BEAST…! TOMMY THE BEAST…!”

Aku menunggu 5…10 menit tidak terjadi apa-apa.

“Lihat kan, semua ini hanya cerita palsu yang dibuat-buat. Alex… James besok aku akan makan banyak. Hahahahahaaha!” kataku dalam hati.

Kemudian aku berbalik dari cermin. Saat mulai melangkah aku menyadari sesuatu. Semua yang berada di kamarku berubah posisi, kiri ke kanan dan kanan ke kiri. Tulisan-tulisan pun terbalik. Yang terlihat normal hanyalah gambar di kaosku dan posisi lilin dan ponsel ditanganku.

Lalu aku menoleh perlahan kearah cermin. Kulihat bayangan diriku berdiri tegak didepan cermin, tersenyum dengan masih memegang lilin dan ponsel. Tersenyum? tapi ekspresiku ketakutan.

Bayanganku mengangkat lilin ke depan mulut sambil tersenyum menakutkan lalu meniup lilin. Saat itu aku sadar bahwa aku sudah didalam cermin terjebak selamanya dan Tommy menggantikanku disana.

Story by me (Kriesna Kurnia Pratama)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s